Peluncuran Komik Keumalahayati
Nilai Luhur Heroik Sebagai Teladan Bela Tanah Air
Jakarta 21 Mei 2018. ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.” Ungkapan tersebut merupakan latar belakang dari nilai-nilai luhur seorang pahlawan yang ingin disampaikan Keana Films kepada khalayak. Pahlawan yang dimaksud adalah Laksamana Keumalahayati, perempuan heroik dalam sejarah armada laut Nusantara yang sangat berpengaruh dalam politik militer Kerajaan Aceh Darussalam di abad ke 16.
Figur Keumalahayati dengan gigih berjuang menjaga kedaulatan tanah airnya ketika kala itu tiga kerajaan besar Eropa, yakni Belanda, lnggris dan Portugis, bersaing untuk menguasai dan menanamkan pengaruh mereka di jalur perdagangan Nusantara. Keumalahayati merepresentasikan sosok perempuan yang bukan lagi sebagai ’tanah’ yang menunggu dan menumbuhkan, tetapi sebagai ‘laut’ yang menyuarakan keberanian. Sebab harga diri tanah airnya adalah harga dirinya sebagai seorang perempuan.
Semangat dan pengorbanan inilah yang memotivasi Keana Films untuk berkarya dan memperkenalkan sejarah melalui kisah pejuang asal Aceh yang menjadi laksamana perempuan pertama di era modern lewat sebuah film layar lebar. Saat ini film Keumalahayati sedang dalam tahap development bersama sineas ternama antara lain sutradara Eros Djarot, penulis skenario Rayya Makarim dan ES Ito.
Namun sebelum film epik Keumalahayati diluncurkan, Keana Films ingin mempersembahkan kisah heroik ini dalam bentuk komik. Melalui ilustrasi gambar yang indah dan kemasan yang menarik, komik ini liharapkan menjadi media pembelajaran yang bersifat kekinian dan bisa membuat banyak kaum muda idonesia semakin tertarik dengan sejarahnya. Hal ini diungkap Candra Gautama, redaktur Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) yang menjadi penerbit komik Keumalahayati. Mengambil momentum bulan Kebangkitan Nasional, kehadiran komik ini diharap bisa membangkitkan rasa bangga dan teladan
[21/5 16.02] Bu Trinda: terhadap para pahlawan, juga bisa menginspirasi kaum muda Indonesia dalam membangm bangsa dengan berkarya di tengah banyaknya pertanyaan tentang keragaman, kesetaraan dan persatuan.
Penggagas pembuatan film layar lebar dan komik Keumalahayati adalah aktris peraih Piala Citra Marcella Zalianty yang juga seorang sutradara, produser sekaligus founder dari Keana Films. la aktif dalam organisasi PARFI’56 dan berbagai kegiatan sosial, juga telah banyak mendapat penghargaan berskala lnternasional untuk karya-karyanya. Lewat omnibus Rectoverso (2012), la meraih penghargaan kategori Sutradara Terbaik di Piala Maya untuk segmen Malaikat Juga Tahu, dan filmnya terpilih di ajang market Cannes Film Festival di tahun yang sama. Bagi Marcella, kisah perjuangan Keumalahayati dengan segenap semangat, hasrat, cita-cita dan keberaniannya, tak lepas dari tema women empowerment yang sangat
relevan dan perlu untuk diangkat ke khalayak di tengah situasi Indonesia, dan dunia, saat ini.
Komik Keumalahayati ditulis oleh Edna Caroline Pattisina, pemenang KASAU Award 2017 bidang jurnalistik yang hampir sepuluh tahun terakhir bekerja sebagai wartawan Kompas dan khusus meliput bidang pertahanan dan keamanan; dengan riset dibantu oleh Habibie Yukezain. llustrasi dikerjakan oleh Ardian Syaf yang pernah menggarap komik superheroes legendaris dunia seperti Superman, Batman, Green
Lantern, dan X~Men terbitan Marvel dan DC Comics, bersama Aris Naka Abee, ilustrator asal Yogyakarta.
Acara peluncuran komik Keumalahayati dibuka oleh Bekraf dengan sambutan oleh Bapak Triawan Munaf dan dimeriahkan oleh aktris Prilly Latuconsina yang mewakili generasi millenials, juga putra-putra terbaik Aceh seperti aktor peraih piala Citra Teuku Rifnu Wikana, penyanyi Rafly Kande serta pendongeng dan budayawan Aceh Agus Nur Amal “PM Toh”.
Komik Keumalahayati bisa didapatkan di toko-toko buku nasional mulai hari ini.
184