
Jakarta – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoy, dan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, meluncurkan kegiatan pembinaan kesadaran bela negara bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini dipusatkan di Lemabaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Kamis (29/3).
Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, menegaskan tujuan Sistem Pemasyarakatan adalah agar WBP menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.
“Dengan pembinaan kesadaran bela negara yang disinergikan dengan revolusi mental dan pembinaan ideologi Pancasila ini diharapkan ada perubahan sikap dan perilaku WBP sehingga menjadi warga yang berintegritas, bekerja keras, berjiwa gotong royong, toleran, cinta tanah air, bertanggung jawab, dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa,” kata Utami.
Selain itu, Utami berharap agar WBP dapat mandiri, sehat jasmani dan rohani, serta menjadi warga yang bertanggung jawab.
Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja dan Produksi, Harun Sulianto, mengatakan kegiatan ini merupakan kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dengan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan yang bersinergi dengam kementerian/lembaga terkait
“Nantinya, para WBP akan mendapat materi tentang dasar dasar bela negara dan wawasan kebangsaan dari Kementerian Pertahanan/TNI, pemenuhan hak WBP dari Ditjen PAS, nilai bela negara, pendidikan karakter, dan revolusi mental dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, bela negara dan ideologi Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, membina kerukunan beragama dari Kementerian Agama, nilai kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial Kementerian Sosial, kesehatan diri, kesehatan lingkungan, perilaku sehat, dan pemberantasan penyakit menular dari Kementerian Kesehatan, pemberdayaan pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, rehabilitasi dan bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional, serta deradikalisasi dan kontra radikalisasi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” terang Harun.(emi)
174