
Prof. dr. Marcellus Simadibrata K, Sp.PD, KGEH, Ph.D, FACC, FASGE, FINASIM
Jakarta Pusat-RS Abdi Waluyo InflammatoryBowel Disease Center merayakan hari ulangtahun RS AbdiWaluyo ke-40 Inflammatory bowel disease(IBD) atau penyakit radang usus merupakan penyakit inflamasiyang melibatkan saluran cerna dengan penyebab multifaktorial. Pasien dengan penyakit radang ususmemiliki angka mortalitas
17.1 per 1000 person-years, dibandingkan dengan kelompok kontrol 12.3 per 1000 person-years. Penyakit radang usus sering tidak terdeteksi dengan cepat karena gejalanyasering tidak khas sehingga baru didiagnosis
saat kondisi pasien sudah berat. Penyakit radang ususterdiri atas 2 tipeya itu penyakit Crohn dankolitis ulser ativa.
Prof. dr. Marcellus Simadibrata K, Sp.PD, KGEH, Ph.D, FACC, FASGE, FINASIM dalam acara di hotel Novotel Cikini Jakarta Pusat.
Menyampaikan bahwa diagnosis penyakit radangusus dibuat berdasarkan keluhan pasien
sepertinyeri perut berulang,perubahan
pola buang air besar, buang air besar berdarah, serta penurunan berat badan; ditambahdengan pemeriksaan fisik dan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dibutuhkandi antaranya
adalah pemeriksaan feses, darah, radiologi (CT scan dan MRI abdomen sesuai indikasi), dan endoskopisal uran cerna.
Pasien yang sudah didiagnosis penyakit radang usus akan kemudian dinilai tingkatkeparahan penyakitnya menggunakan sistem skoring.
Tata laksanapasien dengan penyakit radangususterdiriatas pemberiaan obat-obatan (tablet daninjeksi), diet yang sesuai, sampaipembedahan. Penan-ganan pasien radangusus memerlukan kerjasama multidisiplin karena manifestasinya dapat multiorgan.
IBD center RS Abdi Waluyo memberikan serangkaian layananterpadu oleh
dokter-dokter spesialis dan subspesialis dari berbagaibidang, terdiriatas pelayanan gastroenterologi, pembedahan,
nutrisi, perawatan kolostomi, dan perawatan psikososialdalam satu ruang khusus.
Pelayanan holistik yang dihad-
irkan diantaranya: konsultasi awal,
penilaianprofil risiko dan potensi
komplikasi pada perjalanan penyakit IBD, penilaian pola makan oleh dokter spesialis gizi klinik, dukungan psiko- logis, tinjauan pengobatan terkini, penilaian kesehatan preventiftahunan,
serta pemantauan penyakit yang berkelanjutan.
Pemberian layanan pasien
secara personal,multidisiplin, dankomprehensif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasiendengan penyakitradangusus (IBD) .
Karena kasus IBD sering mer-
upakan kasus yang kompleks dan
berat, untuk meningkatkan pelayanan pasien IBD, RS Abdi Waluyo bekerja sama dengan University of Chicago, melalui diskusikasus sulit, kerja sama simposium dan sesi mini lecture. Kerjasama sudah dirintis sejak tahun 2023 dan tetap berlanjuthingga saat ini.
Sebagai bagian dari komitmen
untuk memajukan perawatan, edukasi,dan dukungan terhadappasien dengan
penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease), RS Abdi Waluyo mengadakan simposium medis mengenai Diagnosis, Penatalaksanaan dan
Diet pada penyakit radang usus (IBD) terkini.
Simposium ini diharapkan
dapat meningkatkan pengetahuan,
awareness dan kemampuan tenaga medis dalam mendiagnosis dan mentatalaksanapasien dengan penyakit radang usus secaralebihkomprehensif.
Salah satu panitia simposium dr.Inolyn Padjaitan Sp.PD – KHOM dokter yang tidak asing lagi di kegiatan-kegiatan Baksos Pengobatan Gratis yang sudah berjalan hmpir tujuh (7) tahun, dr.Inolyn yang rendah hati dan tulus yang mau turun ke kaum marginal dan menyapa langsung masyarakat paling bawah.
For Information :
info@abdiwaluyo.com +62 813-8488-
8158 www.abdiwaluyo.com
RS Abdi Waluyo
RS Abdi Waluyo didirikan pada tahun 1986 dengan visi menjadi rumah sakit pilihan utamayang
menyediakan perawatanyang berpusat pada pasien (patient-centered) yang
berbasis padakeunggulan, belaskasih,kenyamanan dan inovasi.
Di Rumah Sakit Abdi Waluyo, kami memberikan perawatan berkualitas terbaik kepada pasien dengan menggabungkan kerjaasama multidisipilin antar dokter dan penunjang alat kesehatan serta teknologi tercanggih yang ada, dengan keahlian dokter terbaik yang terlatih, terampil dan berpengalaman, serta staf medis profesional dengan budayabelas kasih yang mengakar.